Minggu, 05 Agustus 2012

CERPEN


SINGA HUTAN

Perjalanan begitu singkat ketika aku, Ferly dan Yihna bersama-sama mengarungi dunia kecil. Ya aku sedang berjelajah bersama dua sahabatku itu di sebuah hutan. Kita hanya bertiga, cewek lagi. Tapi kita tak pernah takut untuk menjelajah dunia kecil ini. Dulu aku dan kedua temanku, Ferly dan Yihna pernah jelajah hutan. Kita hampir taja tak bisa keluar dari hutan itu, ceritanya  begini........
Tanggal 12 April 2005
Ferly menelponku, saat itu aku masih dalam keadaan setengah sadar  dari tidurku. Dia mengajak aku untuk menemuinya ditaman kota. Saat tiba disana ternyata Ferly tidak sendirian ia ditemani dengan seseorang yang duduk disampingnya. Ternyata dia Yihna sahabatku yang cerewet. Memang kami bertiga adalah sahabat baik sejak kelas VII SMP.
Saat itu langit begitu cerah. Ternyata mereka berdua mengajak aku pergi kehutan Ramean. Hutan itu tak pernah di jelajahi. Kata penduduk setempat dalam hutan itu terdapat singa yang berteman dengan hantu. Rumor itu berawal dari seseorang yang mencari kayu bakar, yang katanya di kejar seekor singa dan disanpingnya perenpuan yang berambut panjang terbang disampingnya. Hal itu bukan hanya terjadi pada tukang kayu bakar saja ada seseorang yang sedang mengejar kelincinya yang masuk pada kehutan itu, dia juga melihatnya. Mungkin cerita itu yang membuat mereka berdua penasaran untuk masuk kehutan Ramean. Awalnya aku menolak tapi karena ucapan Ferly, “ Ayolah Mer, ingatlah cita-cita kita dulu”. Hmm memang cita-cita kita dulu adalah menjelajah hutan. Kitabertiga memang suka sekali pergi kesuatu tempat yang penuh tantangan.
Keesokan harinya aku dijemput oleh Ferly dan Yihna. Aku sudah siap dengan tas punggungku tapi kenapa mereka tak membawa tas.” Tas kita ada di depan gerbang rumahmu”. Akhirnya kita berangkat. Aku minta izin pada mama, tapi aku meminta izin untuk pergi camping bersama teman-teman padahal sebenarnya kita ingin pergi ke hutan Ramean. Untung saja mama  percaya andai saja mama tau pasti aku sudah tidak diizinin.
Akhirnya kita sudah sampai, malah kita sudah masuk dalam hutan. Selama perjalan tak ada apa-apa. Singa yang konon katanya berteman dengan hantu itu pun tak terlihat ujung hidungnya. Menurutku, kita bertiga sudah hampir sampai pada jantung hutan. Hari semakin gelap kita bertiga membuat tenda kecil untuk tempat kita nanti malam.
Malam dengan udara dingin terdengar mengerikan di telingaku. Pada waktu itu kami bertiga membakar ikan yang kami beli saat melewati pasar siang tadi. Sampai saat ini tak ada satu pun tanda tentang adanya singa itu. Aku, Ferly dan Yihna merasa jelajah hutan kali ini kurang seru tak ada tantangan sam sekali. “Mer, Yih lihat disana ada cahaya”. Ferly menunjukkan jarinya kesumber cahaya yang ia lihat. Kami bertiga merasa ada yang aneh dengan keajadian ini. Konon katanya tak ada orang yang berani kehutan ini tapi kenapa ada sinar ditempat itu. Rasa penasaran itu telah membuat kita bertekat untuk melihat keadaan disana. Kami melihatnya dari celah semak-semak yang tumbuh rimbun diantara dua pohon besar.
Ternyata ada sebuah tenda disitu. Bukan tenda kami tapi tenda milik orang lain.ukurannya lebih besar dari milik kita. Seseorang keluar dari dalam tenda itu membawa sebuah cangkir dan duduk didepan api unggun. Dari belakangnya disusul seorang laki-laki berbadan tegap tinggi dan berkulit hitam. Entahlah sepertinya kami bertiga tidak mengenali mereka.”Auuu..”, Yihna berteriak karena ada seekor ular di dekatnya. “ Siapa itu”, dua laki-Laki itu mengetahui keberadaan kita. Kami bertiga berlari tanpa mnehiraukan ular yang mendesis kearah kita. “ Oyy jangan kabur kalian gadis bodoh!!!”, dua laki-laki itu mengejar kita.” Awas saja nanti kalau tertangkap akan kami cincang kalian”. Jantung seakan mau copot. Baru pertama kali ini kami berlari dengan sangat kencangnya. Malam hari, dingin kami terus berlari terkadang bersembunyi  semak-semak. Kami bertiga terpisah. Detak jantungku sudah tak karuan lagi. Aku juga tak tau apa yang dilakukan sahabatku. Apa mereka masih berlari atau bersembunyi dibalik semak seperti aku saat ini.” Lepasin aku, orang tua tengek!, aku mau pulang”. Waduh gawat sepertinya itu suara Ferly,  iatertanngkap. Aku yang bersembunyi dibalik semak berdo’a kepada Tuhan semoga saja mereka tidak menemukanku.  “ Ahhh,,aku mau dibawa kemana”. Itu seperti suara Yihna. Gawat Ferly dan Yihna sudah tertangkap, kini tinggal aku sendiri, para penculik itu pasti akan mencariku lagi.Aku tak berani keluar dari semak. Angin malam yang begitu dingin tidak aku hiraukan.
Mataku kini kembali terbuka ternyata tertidur bersandar pada akar pohon yang besar. Tetap di antara semak belukar, untunglah mereka tak menemukanku. Aku beranikan diriku untuk keluar dari semak dan menuju tenda. Tenda kita masih utuh. Sepertinya komplotan itu tidak mengetahui keberadaan tendaku. Yihna, Ferly bagaiman dengan mereka?, apa aku harus meninggalkan mereka dalam kesulitan ini? Kalaupun ia apakah ini yang dinamakan sahabat?. Huh aku menhembuskan nafas dan bertekat untuk menolong mereka walaupun pada akhirnya aku juga akan celaka.
Terdengar dering hp dari tasku. Aku baru ingat kalau aku membawa hp untunglah...
Mama ku menelpon. Aku menceritakan padanya dan meminta maaf karena telah membohonginya kemaren pagi. Aku bilang pada mama bahwa aku masih akan menolong Ferly dan Yehni yang tertangkap dua laki-laki itu.
Dengan keyakinan yang mantap, Ku langkahkan kakiku menuju tempat persembunyian kita tadi malam. Yihna dan Ferly diikat di sebuah pohon. Kaki mereka juga diikat. Tapi untung saja mulut mereka masih tak ditutup juga. “Fer,,Ferly”, terlihat cahaya senang dalam mata Ferly saat melihatku. “ Bantu kita melepas ikatan ini”. Aku mengisyaratkan pada mereka berdua agar tidak berisik.
Syukur ikatan itu telah terlepas. Tapi,,, “ Mau kemana kalian”, kita ketahuan oleh para komplotan mereka. Kini tampilan mereka lebih menyeramkan, satu memegang pistol dan satunya memegang kayu besar. Tubuh kita lunglai bagai tak bertulang. Tamat riwayat hidup kita hari ini. Mama maafin Mery sudah berbohong pada mama. Kini Mery takkan bisa bertemu mama lagi.
“ Duaaarrrr,,”, terdengar letusan pistol. Kami menutup mata dan kedua teliga denga tangan. Aku tak terkena pistol itu, apa mungkin Ferly dan Yihna yang tertembak. Oh tidak!!!!. Saat aku membuka mataku disekelilingku sudah ada dua polisi yang meringkuk dua orang tadi. Disampingku Ferly dan Yihna masih dalam keadaan menutup mata mereka. “ Ferli,Yihna kita selamat”. Mereka membuka matanya dan kita berpelukan mengucap syukur.” Mama..”, aku melihat mama berada disampingku, papa dan juga kakakku Arfian. Aku mencium pipi mereka dan mengucap terima kasih pada mereka. Disini juga ada mama Yihna dan Ferly. Pak polisi memborgol kedua tangan orang jahat itu.” Terimakasih anak-anak kalian telah membantu kami menemukan penjahat yang selama ini kami cari-cari”.  Ternyata dua orang adalah penjahat yang kabur dari penjara. Untunglah kita bertiga tidak apa-apa.
Senyuman dan ucapan rasa syukur karena singa yang selama ini menghantui desa sekitar huta Ramean ternyata hanya ulah dua orang penjahat itu. Penduduk desa Ramean mengucapkan termakasih pada kami. Kami bertiga di undang oleh Pak Lurah untuk makan malam nanti di rumahnya.
Akhirnya selasai juga ceritanya. Nah Friends pengalam itu indah sekali. Sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan PENGALAMAN ADALAH GURU YANG PALING BIJAK. Yah pengalaman tadi mengajakanr kita bertiga agar saling membatu satu sama lain. Dan juga mengajarkan kita agar tidak berbohong apalagi pada orang tua.

By: Ulya Nurir R.

Kamis, 02 Agustus 2012

KAMUT

kupu-kupu.com


Dibalik keburukan....


Ketika ku ingin bunga
ku dapatkan kaktus yang berduri tajam
Saat ku berharap kupu-kupu
ku malah mendapat ulat yang menjijikkan
Ketika melihat indahnya pelangi
malah hujan datang membanjiri
Aku tak mengerti akan semua ini
Entahlah mengapa hal yang buruk menimpaku
          Tapi setelah ku tunggu....
          ternyata kaktus dapat mengubah duri
          menjadi bunga yang indah
          Ulat yang tadinya menjijikkan
          kini telah berubah menjadi kupu-kupu yang cantik
          Hujan pun tak kalah indah
          saat hujan telah reda
          pelangi melengkung dilangit yang indah..

By: U2nk_Cha